Showing posts with label IPA. Show all posts
Showing posts with label IPA. Show all posts

Pengertian Biologi, Karakterisitik, Tingkat Organisasi Kehidupan, Cabang dan Manfaat Biologi

Pengertian biologi beserta karakterisitiknya

Biologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “bios” yang berarti “makhluk hidup” dan “logos” yang berarti “ilmu”. Biologi adalah ilmu yang memperlajari tentang semua aspek makhluk hidup besar dan kecil, mulai dari zat kimia penyusun bentuk-bentuk kehidupan sampai bagaimana bentuk kehidupan tersebut (farndon, Harvey, wood, dan woodford: 2010)

Pengertian Biologi, Karakterisitik Biologi, Tingkat Organisasi Kehidupan Biologi, Cabang Biologi dan Manfaat Biologi

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian biologi adalah ilmu yang mempelajari tenang makhluk hidup dan proses kehidupannya.
Biologi atau ilmu haya merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam yang sering juga disebut Sains. Ilmu pengetahuan alam adalah ilmu yang memperlajarai gejala alam yang Meliputi Fisika, Kimia, Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa, serta Biologi.

Biologi sebagai ilmu sains mempunyai beberapa ciri atau karakteristik, diantaranya sebagai berikut:
  1. Mempunyai objek kajian berupa benda konkret. Objek dapat dibedakan menjadi objek material dan objek formal. Objek material merupakan objek yang dibahas, sedangkan objek formal adalah cara memandang objek tersebut. Contohnya objek material dari biologi yaitu makhluk hidup dan makhluk hidup yang pernah hidup termasuk fosil. Adapaun objek formal biologi berupa struktur, fungsi, dan interaksi dari makhluk hidup tersebut.
  2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris, yaitu pengalaman nyata yang dapat dilakukan oleh setiap orang.
  3. Sistematis, yaitu menggunakan langkah-langkah yang urut dan bersifat baku.
  4. Menggunakan cara berpikir logis dan konsisten, yaitu cara berpikir yang menggunakan logika, teratur, dan disiplin.
  5. Hasil kajiannya bersifat objektif, artinya selalu memihak kebenaran ilmiah. 
  6. Teori yang dihasilkan umum, yaitu ketentuan yang berlaku umum, dimanapun diberlakukan hasilnya akan sama, misalnya hukum mandel (Hukum Genetika)
Selanjutnya kita akan membahas tentang tingkat organisasi kehidupan dan objek biologi.

Objek biologi meliputi semua mahluk hidup dan kehidupannya dari berbagai tingkat organisasi kehidupan, dari yang terkecil sampai yang terbesar. Tingkat organisasi tersebut meliputi molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosisten, bioma, dan biosfer.

a. Organisasi Funsional tingkat molekul

Proton, neutron dan elektron merupakan penyusun materi yang paling sederhana. Partikel proton, neutron, dan elektron bergabung membentuk atom (contoh atom hidrogen dan atom oksigen). Atom-Atom ini kemudian berikatan membentuk molekul. Contoh molekul air, molekul protein,  dan molekul DNA. Molekul-molekul tersebut saling berikatan dan membentuk ikatan kompleks menyusun organel sel. berbagai senyawa yang disebut SEL.

b. Organisasi kehidupan tingkat sel

Setiap sel mempunyaimateri untuk melakukan aktivitas metabolisme serta mampu tumbuh dan berkembang. Oleh karena mempunyai karakteristik yang di butuhkan sebagai makhluk hidup, sel disebut mempunyai karakteristik yag dibutuhkan sebagai makhluk hidup, sel disebut sebagai satuan unit terkecil dalam kehidupan.

c. Organisasi kehidupan tingkat jaringan

jaringan hanya ditemukan pada organisme multiseluler (bersel banyak). Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Kelompok sel ini memiliki fungsi yang spesifik. Sebagai contoh jaringan epitel yang berfungs untuk melindungi jaringan yang ada di bawahnya dan jaringann xylem yang berfungsi untuk mengangkut air dan zata hara dari akar ke daun.

d. Organisasi Kehidupan Tingkat Organ Dan System Organ

Organ hanya ditemukan pada organisme multiseluler. Organ merupakan stuktue yang berbentuk dari beberapa jaringan yang bekerja sama untuk melakukan fungsi tertentu. Contoh organ otak yang tersusun oleh jaringan saraf dan jaringan ikat. Jaringan-jaringan tersebut bekerja sama untuk melakukan fungsi koordinasi.

Organ-organ yang melakukan fungsi dan tugas saling berkait disebut dengan system organ. Contohnya system pencernaan. System pencernaan tersusun dari beberapa organ yang membentuk sebuahh system. Yaitu organ mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hati dan pancreas.

e. Organisasi Kehidupan Tingkat Indiidu Atau Organisme

individu daoat berupa organisme uniseluler maupun multiseluler. Contohnya organise uniseluler yaitu bakteri dann protozoa. Contohnya organsme multiseluler yaitu manusia, kucing, kambing, sapi, pohon mangga dll. Individu multiseluler terbentuk dari system-sistem organ yang bekerja sama dalam satu kesatuan. Setiap system tidak dapat melakukan fungsinya sendiri-sendiri. 

Contohnya pada manusia, jika salah satu system organ mengalami gangguan atau sakit, maka sistem organ yang lain juga akan mengalami gangguan.

g. Organisasi Kehidupan Tingkat Populasi

Individu-individu sejenis jika berkemul pada suatu tempat tertentu pada waktu yang sama akan membentuk organisasi kehidupan yang disebut populasi. Individu-individu dalam satu populasi tersebut bisa melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertile. Contoh populasi semut, populasi lebah, dan populasi burung.

h. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem

Suatu organisasi kehidupan selalu menunjukkan saling keterkaitan, ketergantungan, dan hubungan timbale baik antarmakkhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungannya. Bentuk organisasi kehidupan ini disebut organisasi tingkat ekosistem. 

Contoh ekosistem darat dan ekosistem laut. Ekosistem merupakan unit fungsionall yang meliputi komponen biotic dan komonen abiotik yang saling berinteraksi dan saling memperngaruhi satu sama lain.

i. Organisasi Kehidupan Tingkat Bioma

Bioma adalah kumpulan ekosistem yang ada di dunia. Sebagai contoh bioma tundra, bioma taiga, bioma padang rumput, dan bioma guru.

j. Organisasi Kehidupan Tingkat Biosfer

Biosfer merupakan tingkat orgaisasi kehidupan yang paling kompleks. Biosfer meliputi seluruh lapisan kulit bumi, air, dan atmosfir tempat adanya kehidupan.

Cabang-Cabang Biologi

Menurut Campbell, reece, & Mitchell (2002), dalam hal-hal tertentu, biologi adalah ilmu yang paling sulit dari semua bidang sains, sebagai karena makhluk hidup sangatlah kompleks dan sebagian karena biologi adlah multidisipliner yang membutuhkan pengetahuan kimia, fisika dan matematika. 

Biologi memiliki ruang lingkup yang luas sehingga ilmu biologi berkembang membentuk cabang-cabang ilmu berdasarkan criteria-kriteria tertentu, seperti tingat organisasi kehidupa, kelompok organisme, aspek kehidupan, atau kaitannya dengan ilmu pengetahuan yang lain (sebagai ilmu terapan). 

Cabang-cabang ilmu biologi dapat di golongkan berdasarkan objek studi, tingkat organisasi, dan persoalan atau tema pokok. Untuk lebih jelasnya simak uraiannya berikut ini:

Cabang ilmu biologi berdasarkan objek studi, meliputi:

  1. Bakteriologi, cabang ilmu biologi yang mempelajadi tentang kehidupan bakteri dan peranannya bagi makhluk hidup. 
  2. Botani, cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan tumbuhan dan peranannya bagi makhluk hidup
  3. Entomologi, cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan serangga dan peranannya bagi makhluk hidup
  4. Mikologi, cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan jamur dan peranannya bagi makhluk hidup
  5. Mikrobiologi, cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan mikroorganisme dan peranannya bagi makhluk hidup.
  6. Paleontologi, cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan makhluk hidup pada zaman lalu dan peranannya bagi makhluk hidup
  7. Parasitologi, cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan parasit dan peranannya bagi makhluk hidup
  8. Virologi, cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan virus dan peranannya bagi makhluk hidup
  9. Zoologi, cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan hewan dan peranannya bagi makhluk hidup

Cabang ilmu biologi berdasarkan tingkat organisasi, meliputi:

  1. Anatomi biologi, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang stuktur dalam tubuh makhluk hidup.
  2. Molekuler, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang penyusun tubuh makhluk hidup di tingkat molekuler.
  3. Histology, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang susunan dan fungsi jaringan tubuh makhluk hidup.
  4. Morfologi , cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang susunan dan bentuk luar makhluk hidup.
  5. Organologi, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang organ dan alat-alat tubuh makhluk hidup. 
  6. Sitologi, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang susunan dan fungsi bagian-bagian sel.

Cabang ilmu biologi berdasarkan persoalan atau tema pokok, meliputi:

  1. Ekologi, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
  2. Evolusi, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang perkembangan makhluk hidup dari yang sederhana sampai yang kompleks.
  3. Fisiologi, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang proses dan kegiatan yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup.
  4. Genetika, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang cara pewarisan sifat makhluk hidup kepada keturunannya.
  5. Imunologi, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang sitem kekebalan tubuh
  6. Patologi, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang berbagai jenis penyakit.
  7. Taksonomi, cabang ilmu biologi yang memperlajari tentang penggolongan makhluk hidup.

Manfaat Mempelajari Biologi

Dengan mempelajari biologi akan ada banyak manfaat yang kita dapatkan. Bilogi dapat bermanfaat untuk memmecahkan berbagai macam masalahh yang terjadi di dalam kehidupan manusia saat ini. 

Dengan demikian, biologi dapat meningkatkan kesejahteraan manusia. Berbagai masalah yang berkaitan dengan sandang, pangan dan papan serta tak ketinggalan tentang energy lingkungan, kesehatan, bahkan social dapat diatasi dengan ilmu biologi. 

Beberapa contoh manfaat biologi dalam kehidupan manusia sehari hari adalah sebagai berikut:

  1. Bidang kedokteran dan kesehatan, contohnya membuat obat serum dan antibodi moklonal.
  2. Bidang pertanian, cotohnya dalam pembuatan popuk organij dan penemuan bibit unggulan.
  3. Bidang peternakan dan perikanan, contohnya penemuan berbagai variates hewan unggul dan pembuatan makanan terna yang baik sehingga mampu mengoptimalkan produksi ternak.
  4. Bidang industri, contohnya pembuatan susu fermaentasi, keju, nata de coco, anggur dan pengalengan makanan, serta pengolahan limbah industry agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
  5. Bidang farmasi, contohnya penemuan berbagai obat untuk penyakit.

Berdasarkan manfaat yang sudah diperoleh dengan mempelajari biologi adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan pemahaman lebih mendalam kepada diri seseorang yang dapat diterapkan sebagai dasar untuk meningkatkan taraf hidupnya.
  2. Memberikan perngetahuan akan berbagai sumber daya hayati yang bermanfaat bagi pemenuhan kebuhtuhan hidup manusia.
  3. Memberian rangasangan pada manusia untuk melakukan disersifikasi pemanfaatan sumber daya hayati sehingga diperoleh sumber daya baru yang berbeda.
  4. Memberikan pengetahuan untuk melakukan konservasi terhadap sumber daya hayati agar tidak punah.


Manusia dianugerahi dengan akal dan pikiran yang sudah seharusnya digunakan untuk hal-hal yang bersifat positif. Inilah salah satu wujud syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kemajuan dalam bidang biologi yang sangatlah pesat juga harus di imbangi dengan iman dan taqwa sehingga kemajuan tersebut tidak terjadi suatu penyelewengan.

Contoh Makalah IAD: Gaya Magnetik Antar Kawat Berarus Listrik

Assalamualaikum Wr. Wb

Bagaimana kabarnya teman-teman semua? Pastinya baik baik saja. Kali ini kita akan membahas tentang sebuah contoh makalah yang berjudul Adanya Gaya Magnetik Antar Kawat Berarus Listrik yang menjadi tugas pada mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar (IAD). Langsung saja simak ulasannya berikut ini:


TUGAS KELOMPOK ILMU ALAMIAH DASAR (Physical Science)“ADANYA GAYA MAGNETIK ANTAR KAWAT BERARUS LISTRIK”

Makalah ini diajukan sebagai salah satu syarat mengikuti mata kuliah ilmu alamiah dasar yang diampu oleh Tim Dosen
Disusun oleh Kelompok V (Lima) :


NO NAMA NPM
1 YENI PURWANINGSIH 13220040
2 IKA SETIYA WATI 13220007
3 LIANA DEKAWATI 13220041
4 LEONARDUS BAGUS SETIADI 13220035
5 TOMI AGUNG SETIAWAN 13220031
6 HENDRI SETIAWAN 13220005

PRODY : PENDIDIKAN SEJARAH
SEMESTER : II (dua)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO



KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum WR.WB.

Puji syukur senantiasa kami haturkan kepada Allah SWT. Karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya, makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Terimakasih kepada anggota kelompok V yang telah berusaha dan bekerja keras dalam melakukan percobaan dengan pembuktian tentang adanya gaya magnetik antar kawat berarus listrik dan telah menyelesaikan laporan penelitian pada makalah ini. Makalah ini selain diperuntukkan dalam pemenuhan tugas ilmu alamiah dasar juga berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang gaya magnetik.

Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga saja makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih.


Wassalamu’alaikum WR.WB.

Metro, ..................



Penyusun





DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN


A. Latar belakang

B. Rumusan masalah
C. Manfaat penelitian
D. Ruang lingkup penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA


A. Gaya magnet

B. Gaya Magnet Antar Kawat Berarus Listrik
C. Kerangka Berfikir
D. Hipotesis Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN


A. Alat dan Bahan

B. Langkah Kerja
C. Gambar Percobaan

BAB IV LAPORAN PENELITIAN


A. Persiapan Penelitian

B. Pelaksanaan Penelitian
C. Penyajian Data Hasil Percobaan
D. Pembahasan

BAB V PENUTUP


Kesimpulan & Saran



DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebuah motor listrik dapat bekerja karena adanya gaya yang membuatnya berputar, gaya ini dikerahkan oleh sebuah medan magnetik pada sebuah konduktor pengangkut arus. Gaya magnetik pada muatan yang bergerak di dalam konduktor yang ditransmisikan ke bahan konduktor dan konduktor itu secara keseluruhan mengalami sebuah gaya yang di distribusikan sepanjang konduktor. 

Gaya magnetik tegak lurus terhadap gerak elektronnya, gaya ini tidak melakukan kerja. Kerja yang dilakukan pada elektron dilakukan oleh gaya Fr. Ditemukan secara eksperimental bahwa besar gaya magnet berbanding lurus dengan arus i pada kawat, dengan panjang kawat ℓpada medan magnet (dianggap seragam) dan dengan medan magnet B. gaya ini juga tergantung pada saat sudut θ antara arah arus dan medan magnet ketika arus tegak lurus terhadap garis – garis medan. 

Seperti yang telah kita ketahui, listrik dan magnet mempunyai hubungan yang cukup erat dimana sebuah benda yang dialiri oleh listrik dapat menimbulkan medan magnet, dan sebaliknya dari sebuah magnet yang digerakkan keluar masuk kumparan dapat menimbulkan arus listrik. Pada sebuah benda yang dialiri oleh arus listrik, dalam hal ini kawat dapat timbul medan magnet, hal ini dapat dibuktikkan apabila disekitar kawat berarus tadi kita beri kompas, maka jarum-jarum kompas tersebut akan mengalami penyimpangan. Penyimpangan ini terjadi karena adanya medan magnet yang timbul disekitar kawat berarus tadi. 

Tentu sangat menarik bagaimana membuktikan adanya gaya magnet antar kawat berarus listrik. Sehingga diperlukan perobaan untuk mengetahui adanya gaya magnet antar kawat berarus listrik.

B. Rumusan Masalah 

Bagaimana cara membuktikan adanya gaya magnet antar kawat berarus listrik ?

C.  Manfaat Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat kepada :
  1. Mahasiswa : sebagai sumber belajar dan penuntun dalam kegiatan eksperimen yang dapat memotivasi mahasiswa. 
  2. Peneliti dan pembaca : dapat dijadikan sebagai bahan informasi berupa ilmu pengetahuan tentang pembuktikan adanya gaya magnet antar kawat berarus listrik.

D. Ruang Lingkup Penelitian

Dalam penelitian ini agar tidak menyimpang dari permasalahan yang akan diteliti, maka penelitian ini dibatasi ruang lingkupnya yaitu pembuktian adanya gaya magnetik antar kawat berarus listrik. Ruang lingkupnya sebagai berikut :
  1. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan melakukan pembuktian adanya gaya magnetik antar kawat berarus listrik. 
  2. Tempat penelitian ini adalah di kota Metro. 
  3. Waktu penelitian dilakukan ini 19 mei 2014.
         
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. GAYA MAGNET



Istilah magnet berasal dari kata "Magnesia", Magnesia adalah sebuah kota kecil di asia, disana tempat pertama kali menemukan batu yang dapat menarik besi, lalu disebut magnet. 

Seperti halnya listrik, magnet juga dapat menimbulkan suatu medan yang disebut medan magnetic, yaitu suatu ruang disekitar magnet yang masih terpengaruh gaya magnetic. Pada tahun 1269, berdasarkan hasil eksperimen, Pierre de Maricourt menyimpulkan bahwa semua magnet bagaimanapun bentuknya terdiri dari dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub-kutub magnet ini memiliki efek kemagnetan paling kuat di bandingkan bgian magnet lainnya. 

Bentuk medan magnet dapat diamati dengan menaburkan serbuk besi secara merata di atas karton yang bagian bawahnya diberi sebuah magnet batang. Sedangkan arah medan magnet didefinisikan sebagai arah yang ditunjukkan oleh kutub utara megnet jarum ketika ditempatkan di sekitar magnet. Dengan demikian, secara sederhana medan magnetic dapat dinyatakan dengan garis-garis khayal yang keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan yang disebut garis-garis medan magnetic atau garis-garis gaya magnetic. Medan magnetic selain ditimbulkan oleh arus listrik dalam suatu penghantar baik pada penghantar lurus, penghantar melingkar, maupun pada kumparan. 

Adapun sifat-sifat magnet itu adalah sebagai berikut :

1) Magnet Menarik Benda Benda Tertentu

Gaya tarik magnet hanya mampu menarik benda benda tertentu, benda yang dapat ditarik magnet harus benda bahan yang terbuat dari 3 bahan ini, yaitu : Besi, Nikel dan Kobalt. 

Jika suatu benda mengandung salah satu logam diatas dan dapat ditarik magnet, berarti benda itu disebut benda MAGNETIS. Tapi, Jika suatu benda tidak mengandung salah satu logam diatas dan tidak dapat ditarik magnet, benda itu disebut benda NON-MAGNETIS.

2) Kekuatan Gaya Magnet 
 
Magnet hanya mampu menarik 3 logam, tapi jika dibatasi oleh penghalang :
  1. Magnet mampu menembus penghalang, yaitu benda NONMAGNETIS, gaya tarik magnet masih berpengaruh, tapi jika penghalang teralu tebal maka pengaruh magnet bisa hilang. 
  2. Faktor lain yang mempengaruhinya adalah jarak. Jarak magnet terhadap benda Magnetis, makin dekat jarak benda ke makin kuat jarak magnet tersebut. 
  3. Magnet juga dapat merusak barang elektronika rumit seperti telepon genggam, Televisi, Kompter, Radio.
3) Magnet memiliki Dua Kutub

Magnet memiliki dua kutub yaitu :
  1. Kutub utara magnet : Biasanya diberi warna merah atau huruf N (north). 
  2. Kutub Selatan magnet : Biasanya diberi warna biru atau huruf S (South ). 
  3. Gaya tarik magnet paling kuat adalah pada kutub-kutub nya.
Kutub magnet memiliki sifat istimewa seperti :
  1. Jika didekatkan dua kutub magnet yang senama (misal : utara = utara, Selatan = selatan ) mereka akan tolak menolak. 
  2. Jika Didekatkan dua kutub magnet yang berbeda ( misal : Utara = selatan, Selatan = utara ) mereka akan saling tarik menarik.
4) Kegunaan Magnet


Magnet mempunyai banyak kegunaan , kita dapat menemui benda yang mempunyai unsur magnet mulai dari alat sederhana sampai rumit, contoh benda benda itu adalah Pengunci kotak pensil, tas, obeng, gunting jahit, kompas, dinamo, lemari es, alarm pengaman.Magnet juga dapat digunakan pada alat berat dengan cara Elektromagnet.

B. GAYA MAGNET ANTAR KAWAT BERARUS LISTRIK
Kumparan kawat berinti besi yang dialiri listrik dapat menarik besi dan baja. Hal ini menunjukkan bahwa kumparan kawat berarus listrik dapat menghasilkan medan magnet. Medan magnet juga dapat ditimbulkan oleh kawat penghantar lurus yang dialiri listrik. Berdasarkan hasil percobaan tersebut terbukti bahwa arus listrik yang mengaliri dalam kawat penghantar ini menghasilkan medan magnetik, atau disekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnetik. 

Pada saat arus listrik yang mengalir dalam penghantar diperbesar, ternyata kutub utara jarum kompas menyimpang lebih jauh. Hal ini berarti semakin besar arus listrik yang digunakan semakin besar medan magnetik yang dihasilkan.


Gambar: penyimpangan magnet kompas 

Arah medan magnetik di sekitar kawat penghantar lurus berarus listrik dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Jika arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik (I), maka arah keempat jari yang lain menunjukkan arah medan magnetik (B). Kaidah tangan kanan ini juga dapat digunakan untuk menemukan arah medan magnetik pada penghantar berbentuk lingkaran yang dialiri listrik. 


Gambar: kaidah tangan kanan 

Untuk mengetahui letak kutub utara dan kutub selatan yang terbentuk pada kumparan berarus listrik, dapat dilakukan dengan cara:

  1. Perhatikan arah listrik yang mengalir pada kumparan. 
  2. Ujung kumparan yang pertama kali mendapat arus listrik dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan letak kutub-kutub magnet. 
  3. Kemudian, genggam ujung kumparan yang pertama kali teraliri arus listrik dengan posisi jari tangan kanan sesuai dengan letak kawan pada inti besi.
  4. Apabila kawat itu berada di depan inti besi, letakkan telapak tangan menghadap ke depan, kemudian genggam kumparan yang berinti besi. 
  5. Letak kutub utara magnet ditunjukkan oleh arah ibu jari, sedangkan arah sebaliknya menunjukkan kutub selatan. 
  6. Jika kawat penghantar yang pertama kali teraliri arus listrik berada di belakang inti besi, maka hadapkan telapak tangan ke belakang, kemudian genggam kumparan kawat itu. 
  7. Dengan cara yang sama kita dapat juga menentukan letak kutub utara, dan kutub selatan magnet.
Ternyata penghantar berarus listrik yang ditempatkan dalam medan magnet juga mengalami gaya magnet. Hal ini ditemukan pertama kali oleh Hendrik Antoon Lorentz. Gaya Lorentz terjadi apabila kawat penghantar berarus listrik berada di dalam medan magnetik. Besar gaya Lorentz bergantung pada besar medan magnetik, panjang penghantar, dan besar arus listrik yang mengalir dalam kawat penghantar. Untuk arah aliran arus listrik tegak lurus terhadap arah medan magnet, gaya Lorentz dapat dinyatakan dengan:
F = B x I x l
Keterangan:
F = gaya Lorentz pada kawat (N); I = arus listrik (A)          
B = medan magnet (Tesla);              l = panjang kawat (m)               

C. Kerangka Berfikir

Bentuk medan magnet dapat diamati dengan menaburkan serbuk besi secara merata di atas karton yang bagian bawahnya diberi sebuah magnet batang. Medan magnetic selain ditimbulkan oleh arus listrik dalam suatu penghantar baik pada penghantar lurus, penghantar melingkar, maupun pada kumparan. kumparan kawat berarus listrik dapat menghasilkan medan magnet. Medan magnet juga dapat ditimbulkan oleh kawat penghantar lurus yang dialiri listrik.

D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis menurut Arikunto (2006:71) “hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul”. Jadi, sesuai dengan masalah yang dikaitkan dengan latar belakang masalah yang ada, maka peneliti mengambil hipotesis yaitu : 

· Terdapat adanya gaya magnet antar kawat berarus listrik dengan intensitas yang kecil.

BAB III
METODE PENELITIAN
           
A. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam gaya magnetik disekitar kawat berarus yaitu :


- 2 buah statif masing – masing dengan 2 penjepit.

- 8 buah baterai kering(1,5 volt) dengan tempat baterai atau 2 buah catu daya.
- 6 potong kawat penghantar, masing – masing 2 potong dengan panjang 1 meter,1,5 meter,dan 2 meter.
- 2 buah saklar
- 14 buah kawat penghubung
- 2 buah ampere meter
- Penggaris

B. Langkah Kerja
  1. Pasang alat 
  2. Pasang kedua kawat sejajar pada jarak 5cm melalui 2 buah statif 
  3. Pada saat kedua saklar dalam keadaan terbuka perhatikan dan catat posisi kedua kawat tersebut 
  4. Catat harga kuat arus yang terbaca pada kedua amperemeter 
  5. Amati dan catat apa yang terjadi pada kedua kawat 
  6. Lakukan pengamatan berulang pada panjang kawat 1 meter,1,5 meter,dan 2 meter. Menggunakan tegangan 3,0;4,5;dan 6,0 volt 
  7. Baliklah arah arus listrik pada salah satu kawat, dengan cara membalikkan kutub sumber tegangan 
  8. Lakukan langkah 1 sampai 6 untuk arus yang berlawanan arah
C. Gambar Percobaan
         


BAB IV
LAPORAN PENELITIAN

A. Persiapan Penelitian

Dalam proses penelitian pada percobaan dengan membuktikan adanya gaya magnetik pada kawat berarus ini mula-mula dipersiapkan alat dan bahan dalam percobaan tersebut, kemudian dipersiapkan alat tulis untuk mengamati Apakah kawat akan saling menempel atau bergetar karena dialiri arus. 

B.  Pelaksanaan Penelitian


Tempat : Penelitian pada percobaan dengan membuktikan adanya gaya magnetik pada kawat berarus ini dilaksanakan di kota Metro. 
Waktu : Penelitian pada percobaan membuktikan adanya gaya magnetik pada kawat berarus ini dilaksanakan dari proses pembuatan hingga menjadi tape singkong yang sempurna dilakukan selama 3 hari mulai dari tanggal 19 Mei 2014.

C. Penyajian Data Hasil Percobaan

Panjang Kawat (l)
Tegangan (volt)
Kuat Arus
1 meter Kawat a
1 meter kawat b
3 volt
Kawat a=0,12 A
Kawat b = 0,2 A
1 meter Kawat a
1 meter kawat b
6 volt
Kawat a = 0,28 A
Kawat b = 0,4 A




  






D. Pembahasan
Pada praktikum ini membahas tentang gejala yang ditimbulkan oleh sebuah kawat panjang yang dialiri arus listrik yaitu terjadinya gaya magnetik pada kawat berarus yang disebut juga dengan gaya magnetik atau gaya lorentz. 

Apabila kawat dialiri arus listrik, maka akan menimbulkan medan magnet disekitarnya. Bila penghantar berarus diletakkan di dalam medan magnet, maka pada penghantar akan timbul gaya. Gaya inilah yang disebut dengan gaya lorentz. 

Pembuktian kaidah tangan kanan pada gaya lorentz dapat dibuktikan melalui percobaan ini. Susunan rangkaian yang terangkai dapat kita gambarkan bahwa ada gaya yang bekerja pada kawat berarus ini. Sebuah kawat berarus diletakkan di dalam medan magnet akan menyimpang, baik ke atas maupun ke bawah. 

Gaya magnetik F selalu tegak lurus dengan arus I dan arah induksi magnetik B. semakin besar arus yang mengalir, maka semakin besar pula gaya magnetik yang dihasilkan. Pada kaidah tangan kanan, ibu jari menunjukkan arah arus, keempat jari lainnya menunjukkan arah medan magnetik. Sedangkan telapak tangan menunjukkan arah gaya lorentz. 

Perihal mengenai arah penyimpangan, besar arah simpangan bergantung pada sumber tegangan yang digunakan. Semakin besar sumber tegangan, maka semakin besar pula kuat arus yang mengalir dan semakin besar pula simpangan yang dihasilkan. Jika sumber tegangan yang digunakan adalah berupa satu buah baterai, maka simpangan yang bergulir adalah kecil. Pada penggunaan lebih dari satu baterai, maka simpangan yang bergulir adalah besar dan sangat besar. Arah penyimpangan kawat bisa bergerak ke atas maupun ke bawah. 

Namun hasil yang didapat dari percobaan, tidak bisa membuktikan teori yang ada. Karena kesalahan kawat yang digunakan. Pada saat arus dideteksi, terdapat arus yang mengalir dalam kawat. Namun tidak ada perubahan yang terjadi pada kedua kawat. Apakah kawat akan saling menempel atau bergetar karena dialiri arus. 



BAB III

PENUTUP 

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah :
  1. Gaya Lorentz dipengaruhi arah arus 
  2. Besar simpangan yang dihasilkan kawat bergantung pada jumlah baterai yang digunakan (tegangan) 
  3. Semakin besar sumber tegangan, semakin besar pula arus yang mengalir dalam rangkaian 
  4. Arah simpangan akan bergerak ke bawah bila arus mengalir dari kutub B ke kutub A (medan mendekati pengamat) 
  5. Arah simpangan akan bergerak ke atas bila arus mengalir dari kutub A ke kutub B (medan menjauhi pengassssmat) 
  6. Bila arah magnet diubah, maka penghantar akan bergerak dalam arah yang berlawanan dengan gerak sebelumnya

B. Saran
  1. Kekurang lengkapnya peralatan praktikum menyebabkan praktikum berjalan tidak efektif. 
  2. Penyesuaian alat yangdigunakan terhadap percobaan harus diperhatikan.
.
DAFTAR PUSTAKA

Gejala Kemagnetan Dan Cara Membuat Magnet 9.2, (Online). (http://www.crayonpedia.org/mw/Gejala_Kemagnetan_Dan_Cara_Membuat_Magnet_9.2, diakses 19 mei 2014).
Hayt, William H. 2010. Elektromagnetika Edisi Ketujuh. Erlangga: Jakarta 2009.
Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik, (Online). (http://euphorialine. blogspot.com/2011/10/medan-magnet-di-sekitar-arus-listrik.html, diakses 19 mei 2014).
Medan Magnet pada Solenoida, (Online). 
(http://soerya.surabaya.go.id/ AuP/e DU.KONTEN/edukasi.net/SMA/Fisika/Medan.Magnet/materi04.html, diakses 19 mei 2014).
Solenoid, (Online). (http://id.wikipedia.org/wiki/Solenoid, diakses 19 mei 2014).

Demikianlah Contoh makalah gaya magnetik antar kawat berarus listrik. Apabila ada yang kurang jelas silahkan berikan komentar kamu di bawah ini. Dan juga kamu bisa temukan artikel menarik lainnya pada Daftar Isi.

Contoh Makalah IAD: Pengaruh Ragi Terhadap Fermentasi Tape Singkong

Hay sahabat, apa kabarnya hari ini? tentu sangat luar biasa bukan! Kali ini kita akan membagikan sebuah contoh tugas makalah kelompok Mata kuliah Ilmu alamiah dasar atau IAD yang berjudul "Pengaruh Ragi Terhadap Fermentasi Tape Singkong".

Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasannya berikut ini:


TUGAS KELOMPOK
ILMU ALAMIAH DASAR (Biological Science)

“PENGARUH RAGI TERHADAP FERMENTASI TAPE SINGKONG”


Makalah ini diajukan sebagai salah satu syarat mengikuti mata kuliah ilmu alamiah dasar yang diampu oleh Tim Dosen
Disusun oleh Kelompok V (Lima) :

Contoh Makalah IAD: Pengaruh Ragi Terhadap Fermentasi Tape Singkong



NO NAMA NPM 
1 YENI PURWANINGSIH 13220040 
2 IKA SETIYA WATI 13220007 
3 LIANA DEKAWATI 13220041 
4 LEONARDUS BAGUS SETIADI 13220035 
5 TOMI AGUNG SETIAWAN 13220031 
6 HENDRI SETIAWAN 13220005 


PRODY 
PENDIDIKAN SEJARAH 
SEMESTER 
II (dua) 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
TAHUN AKADEMIK  2013/2014

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum WR.WB.

Puji syukur senantiasa kami haturkan kepada Allah SWT. Karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya, makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Terimakasih kepada anggota kelompok V yang telah berusaha dan bekerja keras dalam melakukan percobaan fermentasi tape singkong dan telah menyelesaikan laporan penelitian pada makalah ini. Makalah ini selain diperuntukkan dalam pemenuhan tugas ilmu alamiah dasar juga berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang manfaat singkong.

Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga saja makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum WR.WB.
Metro, .................


Penyusun 


DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar belakang
B.Rumusan masalah
C.Manfaat penelitian
D.Ruang lingkup penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.Fermentasi
B.Singkong
C.Ragi
D.Proses pembuatan tape
E.Kerangka Berfikir
F. Hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN
A.Rancangan Penelitian
B.Variabel Penelitian
C.Alat dan Bahan

BAB IV LAPORAN PENELITIAN
A.Persiapan Penelitian
B.Pelaksanaan Penelitian
C.Penyajian Data Tabulasi data
D.Pembahasan

BAB V PENUTUP
A.Kesimpulan
B.Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang Amylomyces rouxii, Mucor sp., dan Rhizopus sp.; khamir Saccharomycopsis fibuligera, Saccharomycopsis malanga, Pichia burtonii, Saccharomyces cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. dan Bacillus sp. Kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.

Singkong merupakan komoditas hasil pertanian yang banyak ditanam di Indonesia. Potensi singkong di Indonesia sangat besar, baik ditinjau dari sisi sebagai sumber bahan pangan utama karbohidrat setelah padi dan jagung, maupun sebagai bahan pakan dan bahan baku industri. Dalam industri makanan yang ada saat ini, pengolahan singkong dapat digolongkan menjadi tiga yaitu hasil fermentasi singkong (tape/peuyeum), singkong yang dikeringkan (gaplek), dan tepung singkong atau tepung tapioka.

Didalam makalah ini kami akan membahas pengolahan singkong sebagai hasil fermentasi tape (peuyeum).

B. Rumusan Masalah
  1. Bagaimanakah pengaruh ragi terhadap tape singkong ?
  2. Bagaimanakah Pengaruh variasi jenis dan dosis ragi terhadap keawetan tape singkong?
  3. Apakah plastik dan daun pisang berpengaruh terhadap proses fermentasi tape singkong?

C. Manfaat Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat kepada :
  1. Mahasiswa : sebagai sumber belajar dan penuntun dalam kegiatan eksperimen yang dapat memotivasi mahasiswa.
  2. Peneliti dan pembaca : dapat dijadikan sebagai bahan informasi berupa ilmu pengetahuan tentang pemanfaatan singkong.

D. Ruang Lingkup Penelitian

Dalam penelitian ini agar tidak menyimpang dari permasalahan yang akan diteliti, maka penelitian ini dibatasi ruang lingkupnya yaitu pembuatan fermentasi tape singkong (manihot utilissima pohl). Ruang lingkupnya sebagai berikut :
  1. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengaruh dengan melakukan eksperimen dengan pembuatan fermentasi tape singkong.
  2. Variabel bebas (X) adalah penggunaan dan kualitas ragi yang digunakan dalam pembuatan fermentasi tape singkong.
  3. Variabel terikat (Y) adalah singkong.
  4. Populasi peneliti ini adalah tape singkong 
  5. Obyek peneliti ini adalah pembuatan fermentasi tape singkong 
  6. Tempat penelitian ini adalah di kota metro.
  7. Waktu penelitian dilakukan ini adalah selama 3 hari yaitu pada bulan mei 2014.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. FERMENTASI

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi.

Selama peragian (fermentasi), tape mengalami perubahan-perubahan biokimia akibat aktivitas mikroorganisme. Jika proses fermentasi terlalu lama alkohol akan teroksidasi oleh bakteri Acetobacter aceti yang menghasilkan asam asetat sehingga dapat menghasilkan tape yang terasa masam. Proses fermentasi yang terlalu lama dapat menghasilkan air tape yang cukup banyak. Rasa manis pada tape akan berkurang. 

Menurut Leni Herliani Afrianti (2004) fermentasi berdasarkan kebutuhan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Ferementasi aerob (proses respirasi), yaitu disimilasi bahanbahan yang disertai dengan pengambilan oksigen. Semua organisme untuk hidupnya memerlukan sumber energi yang diperoleh dari hasil metabolisme bahan pangan, dimana organisme itu berada bahan energi yang paling banyak digunakan mikroorganism untuk tumbuh adalah glukosa. Dengan adanya oksigen maka mikroorganisme dapat mencerna glukosa menghasilkan air, karbondioksida dan sejumlah besar energi. Contoh : fermentasi asam asetat, asam nitrat, dan sebagainya.

2. Fermentasi anaerob, yaitu fermentasi yang tidak membutuhkan adanya oksigen, Beberapa mikroorganisme dapat mencerna bahan energinya tanpa adanya oksigen Jadi hanya sebagian bahan energi itu dipecah, yang dihasilkan adalah sebagian dari energi, karbondioksida dan air, termasuk sejumlah asam laktat, asetat, etanol, asam volatil, alkohol dan ester. Biasanya dalam fermentasi ini menggunakan mikroba yeart, jamur dan bakteri.

Pada umumnya proses pembutan tape menggunakan proses fermentasi anaerob, yaitu setelah bahan diragikan, dan dimasukkan kedalam kantong plastik atau dapat juga menggunakan daun pisang kemudian disimpan ditempat tertutup selama ± 2-3 hari pada temperatur 26-28 0C. Tape yang melalui fermentasi anaerob ini rasanya akan lebih manis dibandingkan dengan tape hasil fermentasi aerob, mikroba-mikroba yang terkandung di dalam ragi ini tidak dapat melakukan aktivitasnya dengan sempurna (Tarigan, 1988).

B.  SINGKONG

Singkong (Manihot esculenta), yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat. Kandungan karbohidrat yang tinggi merupakan syarat utama pemanfaatan suatu bahan sebagai bahan pangan alternatif.

Kandungan karbohidrat, protein dan lemak beberapa serealia disajikan di Tabel dibawah ini:

Kandungan gizi serealia (dalam 100 g berat basah)

Komoditi
Karbohidrat (g)
Protein (g)
Lemak (g)
Singkong
36,80
1,00
0,30

C. RAGI

Ragi tape adalah bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan tape, baik dari singkong dan beras ketan. Menurut Dwijoseputro dalam Tarigan (1988) ragi tape merupakan populasi campuran yang tediri dari spesies-spesies genud Aspergilius, Saccharomyces, Candida, Hansenulla, dan bakteri Acetobactr Genus tersebut hidup bersamasama secara sinergis. Aspergillus menyederhana-kan tepung menjadi glukosa serta memproduksi enzim glukoamilase yang akan memecah pati dengan mengeluarkan unitunit glukosa, sedangkan Saccharomyces,Candida dan Hansenulla dapat menguraikan gula menjadi alkohol dan bermacam-macam zat organik lain sementara itu Acetobacter dapat merombak alkohol menjadi asam. 

Beberapa jenis jamur juga terdapat dalam ragi tape, antara lain Chlamydomucor oryzae, Mucor sp, dan Rhizopus sp. Ragi yang beredar dipasaran biasanya mengandung mikroba jenis yeast. Didalam ragi Saccharomyces cerevisiae dicampur dengan tepung beras dan dikeringkan, biasanya berbentuk agak bulat dengan diameter 3 cm serta berwarna putih.

Pada dasarnya proses pembuatan ragi tape sangat sederhana dengan bahan-bahan yang mudah didapat dan pembuatannya tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahan-bahan yang digunakan adalah laos, tebu kuning atau gula pasir, ubi kayu dan jeruk nipis. Adapun proses pembuatannya yaitu bahan-bahan tersebut dikupas dan dicuci, kemudian dihaluskan lalu dicampur dengan tepung beras atau tepung malt, ditambah sedikit air sampai terbentuk adonan.

Kemudian didiamkan dalam suhu kamar selama 3 hari dalam keadaan terbuka, sehingga adonan akan ditumbuhi kapang Chlamydomucor oryzae secara alami. kemudian dipisahkan kotorannya dan diperas untuk mengurangi airnya lalu dibuat bulatan-bulatan dan dikeringkan (Anonymous, 1980).

D.  PROSES PEMBUATAN TAPE SINGKONG 

Pada pembuatan tape singkong secara tradisional, singkong kupas lalu dicuci, kemudian ditanak. Setelah dingin dicampur dengan ragi komersial, dimasuk-kan dalam wadah yang dilapisi daun pisang dan difermentasi selama 1 sampai 3 hari pada suhu kamar. Terjadilah proses fermentasi yang mengubahnya menjadi tape. Pada hakekatnya semua makanan yang mengandung karbohidrat bisa diolah menjadi tape. Tetapi sampai sekarang yang sering diolah adalah ketan dan singk-ong (berdaging putih atau kuning). Tape dari singkong yang berdaging kuning lebih enak dari pada yang berwarna putih, karena singkong berwarna kuning dagingnya lebih halus tanpa ada serat-serat yang kasar.

Proses fermentasi tape singkong harus dilakukan secara optimal. Selain memilih bahan dasar singkong yang baik, proses pembuatan tape singkong harus benar. Ragi yang digunakanpun harus bermutu tinggi, karena ragi merupakan bahan utama dalam proses pembuatan tape. Kesterilan ragi dan bahan dasar pembuatan tape singkong ketika akan digunakan sangat penting. Hal ini bertujuan agar tidak dicemari bakteri lain. Karena jika dalam proses pembuatan tape singkong dicemari bakteri lain maka proses fermentasi akan terhambat. Sehingga tape akan mengeluarkan bakteri yang sering mengeluarkan racun yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Adapun proses percobaan pembuatan fermentasi tape singkong mengguna-kan 2 media pembungkus tape singkong yaitu menggunakan plastik dan daun pisang sebagai berikut :
  1. Siapkan semua bahan.
  2. Kupas singkong dan kikis bagian kulit arinya hingga kesat.
  3. Potong singkong yang telah dikupas sesuai keinginan.
  4. Cuci hingga bersih singkong yang telah dipotong.
  5. Sementara menunggu singkong kering, masukkan air ke dalam panci sampai kira – kira terisi seperempat lalu panaskan hingga mendidih.
  6. Setelah air mendidih masukkan singkong ke dalam panci kukus, lalu kukus hingga singkong ¾ matang, kira – kira ketika ‘daging’ singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu.
  7. Setelah matang, angkat singkong yang telah ¾ masak lalu taruh di suatu wadah, kemudian didinginkan.
  8. Siapkan 2 wadah sebagai tempat untuk mengubah singkong menjadi tape. Wadah itu terdiri dari baskom A dan baskom B. Baskom A bagian bawahnya di lapisi dengan daun pisang dan baskom B di lapisi dengan plastik.
E. Kerangka Berfikir

Proses fermentasi tape singkong harus dilakukan secara optimal. Selain memilih bahan dasar singkong yang baik, proses pembuatan tape singkong harus benar. Ragi yang digunakanpun harus bermutu tinggi, karena ragi merupakan bahan utama dalam proses pembuatan tape. Kesterilan ragi dan bahan dasar pembuatan tape singkong ketika akan digunakan sangat penting. Hal ini bertujuan agar tidak dicemari bakteri lain. Karena jika dalam proses pembuatan tape singkong dicemari bakteri lain maka proses fermentasi akan terhambat. Sehingga tape akan mengeluarkan bakteri yang sering mengeluarkan racun yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Jenis singkong yang dipakai yaitu singkong putih dengan alasan singkong jenis ini pada awalnya singkong yang berkualitas dikupas kemudian dicuci sampai benar-benar bersih (tidak ada lapisan lendirnya lagi). Adapun jenis ragi yang dipakai dalam proses fermentasi tape singkong ini yaitu jenis ragi Pati, ragi Solo, ragi Peuyeum.

adapun media pembungkus yang digunakan dalam proses fermentasi tape singkong ini menggunakan 2 media pembungkus yaitu : daun pisang dan plastik. Dari kedua media pembungkus pada fermentasi tape singkong yang berada pada bungkus yang berbeda tersebut akan memiliki tekstur yang berbeda pula. Hal tersebut dapat diketahui bahwa dalam pembungkusan tape singkong menggun-akan daun pisang teksturnya agak keras sedangkan menggunakan plastik teksturnya lebih lembek.

F.  Hipotesis Penelitian

Hipotesis menurut Arikunto (2006:71) “hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul”. 

Jadi, sesuai dengan masalah yang dikaitkan dengan latar belakang masalah yang ada, maka peneliti mengambil hipotesis sebagai berikut :
1) Ada pengaruh ragi terhadap fermentasi tape singkong.
2) Ada Pengaruh variasi jenis dan dosis ragi terhadap keawetan tape singkong.
3) Ada pengaruh media pembungkus plastik dan daun pisang terhadap proses fermentasi tape singkong.


BAB III
METODE PENELITIAN

A.  Rancangan Penelitian

Dalam rancangan penelitian ini berupa eksperimen yaitu pembuatan fermentasi tape singkong yang menggunakan berbagai variasi jenis ragi dan ukuran yang ditambahkan dalam fermentasi tersebut, kemudian waktu yang digunakan dalam proses pembuatan fermentasi tape singkong serta menimbang berat singkong yang digunakan dalam fermentasi tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menimbang berat singkong 100 gram sebanyak 5 kali/sampel, dari 5 sampel tersebut diberi ragi sebanyak 0,85 gram/sampel dan waktu untuk penyimpanan tape tersebut 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam dan 120 jam. pada masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan.
         
B. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel dalam proses pembuatan fermentasi tape, yaitu :
Variabel bebas (X) : penggunaan dan kualitas ragi yang digunakan dalam pembuatan fermentasi tape singkong
Variabel terikat (Y) : singkong.
Variabel Kontrol : Kelembapan Udara, Wadah untuk proses fermentasi, Waktu yang dibutuhkan dalam proses fermentasi, dan suhu.
C.  Alat dan Bahan
Alat : alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah pisau, panci kukus, ember, baskom, sendok & garpu, kompor, piring, penyaring dan kain lap.
Bahan : bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah singkong, ragi tape, air bersih, daun pisang dan plastik (untuk bungkus).


BAB IV

LAPORAN PENELITIAN

A. Persiapan penelitian

Dalam proses penelitian pada percobaan pembuatan fermentasi tape singkong ini mula-mula dipersiapkan alat dan bahan dalam percobaan pembuatan tape singkong, kemudian setelah tape singkong mencapai kematangan yang sempurna dipersiapkan alat tulis untuk mengamati pengaruh jenis variasi serta dosis ragi terhadap singkong dan pengaruh daun pisang dan plastik terhadap fermentasi tape singkong.
         
B.  Pelaksanaan Penelitian

Tempat: Penelitian pada percobaan pembuatan fermentasi tape singkong ini dilaksanakan di kota Metro
Waktu: Penelitian pada percobaan pembuatan fermentasi tape singkong ini dilaksanakan dari proses pembuatan hingga menjadi tape singkong yang sempurna dilakukan selama 3hari mulai dari tanggal 16-18 Mei 2014.

C.  Penyajian Data/Tabulasi Data

Setelah  melakukan percobaan ternyata hasilnya sebagai berikut :

Perbedaan media pembungkus menggunakan plastik dan daun pisang

Tape yang di bungkus daun pisang
  Kematangan
     Matang
  Rasa
     Manis
  Tekstur
    Agak keras
Tape yang di bungkus plastik
Kematangan
Matang
Rasa
Manis
Tekstur
Lebih lembek

Variasi jenis dan dosis ragi terhadap keawetan tape singkong

Variasi jenis ragi yang digunakan dalam fermentasi tape singkong yaitu: jenis ragi pati (J1R1), ragi solo (J2R2) dan ragi peuyeum (J3R3) dengan penilaian sebagai berikut:

No.
Pilihan
Skor
1
Tidak Baik
1
2
Kurang Baik
2
3
Cukup Baik
3
4
Baik
4
5
Sangat Baik
5

“Hasil uji penampakan tape singkong”
No
Kombinasi
Nilai (1 – 5)
Hari-1
Hari-2
Hari-3
Hari-4
1
J1R1
3
4
3
3
2
J1R2
4
4
3
3
3
J1R3
3
3
3
2

Dari uji penampakan tape singkong tersebut jenis ragi yang memiliki nilai paling tinggi adalah jenis ragi solo.

“Hasil uji aroma tape singkong”
No
Kombinasi
Nilai (1 – 5)
Hari-1
Hari-2
Hari-3
Hari-4
1
J1R1
4
3
3
2
2
J1R2
4
3
3
3
3
J1R3
4
3
2
2

Dari uji aroma tape singkong tersebut jenis ragi yang memiliki nilai paling tinggi adalah jenis ragi solo.

“ Hasil uji rasa tape singkong”
No
Kombinasi
Nilai (1 – 5)
Hari-1
Hari-2
Hari-3
Hari-4
1
J1R1
3
3
3
2
2
J1R2
3
3
3
3
3
J1R3
3
2
3
2

Dari uji rasa tape singkong tersebut jenis ragi yang memiliki nilai paling tinggi adalah jenis ragi solo.

D. Pembahasan

1) Pengaruh plastik dan daun pisang terhadap proses fermentasi tape singkong

Dalam proses pembuatan fermentasi tape singkong menggunakan media pembungkus plastik dan daun pisang ternyata memiliki perbedaan tekstur, yaitu tekstur tape singkong yang di bungkus menggunakan plastik lebih lembek dari pada tape singkong yang di bungkus menggunakan daun pisang. Artinya, tape yang dibungkus plastik memiliki tekstur lebih lembek sedangkan tape yang dibungkus menggunakan daun pisang memiliki tekstur agak keras.

2) Pengaruh variasi jenis dan dosis ragi terhadap keawetan tape singkong

Dalam proses pembuatan fermentasi tape singkong  variasi jenis ragi yang digunakan adalah jenis ragi pati, ragi solo dan jenis ragi peuyeum. ragi Pati dan ragi Solo dapat menghasilkan tape yang memiliki kualitas rasa yang cukup baik, namun ragi Solo lebih memberikan ketahanan kualitas rasa tape lebih baik.


BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Singkong (Manihot esculenta), yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae.  Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. adapun media pembungkus yang digunakan dalam proses fermentasi tape singkong ini menggunakan 2 media pembungkus yaitu: daun pisang dan plastik. tape yang dibungkus plastik memiliki tekstur lebih lembek sedangkan tape yang dibungkus menggunakan daun pisang memiliki tekstur agak keras.

Ragi tape adalah bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan tape, baik dari singkong dan beras ketan. Adapun jenis ragi yang dipakai dalam proses fermentasi tape singkong ini yaitu jenis ragi Pati, ragi Solo, ragi Peuyeum. Jenis ragi yang digunakan mempengaruhi keawetan tape. Ragi yang paling baik dalam penelitian ini yaitu ragi Solo.

B. Saran

Untuk melengkapi dan menyempurnakan penelitian ini disarankan:
  1. Bagi pedagang tape sebaiknya membuat tape dengan lama fermentasi 2 sampai 3 hari karena pada waktu fermentasi tersebut tidak menghasilkan kadar alcohol terlalu tinggi dan rasanyapun lebih enak, InsyaAllah halal dan tayyib.
  2. Bagi para pembuat Tape Singkong, agar memperhatikan kebersihan saat proses pembuatanya.

DAFTAR PUSTAKA

Afrianti, H. L., 2004, Fermentasi, http://www.forumsains.com/index.php/topic,783.msg2697.html
Amien Muhammad, Pegangan Umum Bioteknologi 3.Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985.
Anonymous, 1980, Pembuatan Ragi Tape, http://iptek.apjii.or.id/data/pangan/katalog_ipb.htm
id.wikipedia.org/wiki/Singkong

Demikianlah ulasan dari Contoh Makalah IAD yang berjudul Pengaruh Ragi Terhadap Fermentasi Tape Singkong yang semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca ataupun yang sedang membutuhkan data.

jangan sungkan untuk meninggalkan komentar kamu di bawah ini dan untuk melihat artikel lainnya silahkan menuju DAFTAR ISI blog ini.